Rabu, 14 September 2016

Untukmu, Masa Lalu

Untukmu masa laluku; terimakasih telah pernah melukis bahagia di setitik putih hidupku
Kenangan kita tak pernah kusesali, karena dengan bahagia kita pernah mengawali

Untukmu masa laluku; senyum dan tawamu enggan beranjak dari benakku
Dan rasaku masih saja mengeja dengan jelas namamu
Goyah langkahku ditinggal pergi jejakmu

Untukmu masa laluku; rinduku masih beralamatkan dirimu
Hambar pundakku tanpa senderan manis kepalamu
Tanpamu, menatap langit jingga tak lagi aku mampu

Untukmu masa laluku; kini bayangmu ada untuk meramu sesak
Di dada, terjejalkan paksa hatiku yang rusak
Tergambar retak, dihempas kecewa terhantam resak

Untukmu masa laluku; maafkan aku yang telah menggurat pipimu dengan air mata
Mengkaryakan luka di hatimu berbahan kasar kata
Penyesalan hadir di ujung cerita
Kini kecewa hanya terus menumpuk berujung derita

Untukmu masa laluku; aku percaya kehendak Tuhan
Bila kita berjodoh, kita akan kembali dipertemukan
Di lain waktu dalam kesempatan, di rasa yang satu dalam kebahagiaan

Untukmu masa laluku; bahagia selalu pantas untukmu


Sumbawa, 2015

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
aku (masih) manusia dan aku cadel