Rabu, 09 November 2016

Menulis Puisi Tentang Kau

Malam hari, di jam-jam tidur. Aku sering diganggu oleh perasaan-perasaan untuk menulis sebuah puisi tentang kau. Padahal aku sudah berusaha ngantuk, tapi ternyata mataku mengkhianati ranjang sendiri.

Aku pun menyalakan kembali lampu kamar. Duduk di tepi ranjang, dan memutuskan untuk menulis beberapa bait puisi tentang kau.

Aku mulai dengan kalimat yang paling sering terbayang saat aku membayangkan kau:
"Aku mencintaimu, dan kita akan pulang."
Begitulah kira-kira bunyinya di kepalaku.

Setelah kutulis kalimat itu, aku akan segera kehilangan kata-kata.

Ketika kata kutemukan kembali, aku kehilangan tanda baca.

Ketika kutemukan kembali tanda baca, aku kehilangan kertas dan pena.

Kertas dan pena kembali kutemukan, aku berhenti. Aku takut, akhirnya aku juga akan kehilangan kau.

Tapi,
Aku mencintaimu, dan kita akan pulang.

Sumbawa, 2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
aku (masih) manusia dan aku cadel