Bahkan waktu kecil aku pernah bercita-cita menjadi Ironman, menggunakan
baju besi layaknya Tony Stark, terbang bebas dan menyelamatkan
orang-orang dari bahaya.
Dulu aku sering merengek meminta Bapak
untuk membelikanku Action Figure dari beberapa super hero yang kusebut
tadi, saat memintanya aku tak pernah memikirkan bagaimana kondisi
keuangan Bapak, apakah Bapak punya uang
atau tidak, aku tak pernah memikirkan hal seperti itu, betapa egoisnya
aku sebagai anak, tapi Bapak tak pernah sekalipun keberatan dengan
permintaanku itu, Ia selalu mengiyakan, sambil tersenyum berkata "Iya,
nanti Bapak belikan".
Suatu malam sebelum tidur, Bapak masuk ke kamarku dan duduk di samping ranjangku, lalu kita mengobrol sebentar.
"nak, di antara semua pahlawan itu, yang mana yang kau istimewakan?" tanya Bapak sambil menunjuk ke arah barisan Action Figure yang kupajang di lemariku.
Lalu aku menunjuk Ironman.
Dan aku balik bertanya kepada Bapak.
"Kalau Bapak, suka yang mana?"
Bapak menggeleng sambil tersenyum.
"Pahlawan Bapak tidak ada di barisan Action Figure-mu itu".
"Lalu, pahlawan Bapak ada di mana?" tanyaku.
Bapak hanya tersenyum,
"Nanti jika kau sudah tumbuh dewasa, kau akan tahu di mana Pahlawan Bapak berada." Lalu Ia mengecup dahiku dan mengucapkan selamat tidur sambil berjalan keluar dari kamarku.
Berhari-hari aku memikirkan di mana keberadaan pahlawan Bapak, tapi tetap saja aku tidak tahu. Bahkan aku sampai menanyakan pada Ibu, tapi Ibu hanya tersenyum tanpa menjawab keingintahuanku.
Belasan tahun berlalu hingga aku beranjak dewasa.
Dan benar kata Bapak, akhirnya aku tahu siapa pahlawan yang diistimewakan Bapak dan di mana keberadaannya, aku pun menjadi mengerti arti pahlawan yang sesungguhnya.
Sebab, "seorang Bapak, akan selalu menjadi Pahlawan yang diistimewakan di hati masing-masing anaknya, tanpa topeng, tanpa sayap, dan tanpa baju besi."
Terimakasih, Bapak.
Sumbawa, 2015

0 komentar:
Posting Komentar