Selasa, 13 September 2016

Betapa Duka Mencintainya

: L

ia telah lama tak berurusan dengan waktu
"waktu hanya milik mereka yang bersuka" katanya
dari kulit legamnya menjelma matahari
yang berkobar di sekujur tubuhnya
lalu hilang
di lembab tengkuknya

ia telah lama membuat jejak-jejak samar di tanah basah
sementara kedua tangan tak bisa lepas dari luka dan bunga
yang tiap hari mekar di sela-sela jemari
yang tiap hari pula gugur di antara kedua kaki

ia telah lama menyandang gelar hina
kesucian hanya mengingatkan pada sumur tua
saat tak sengaja menimba iblis bermata tiga
yang telah mengoyak habis selongsongnya

ia, betapa duka mencintainya
ia, betapa waktu mengabaikannya


Sumbawa, 2016

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Mengenai Saya

Foto saya
aku (masih) manusia dan aku cadel