Aku ingat, waktu itu kau pernah memintaku untuk menjadi sebuah pagi yang dingin.
"Kenapa pagi dan dingin?" tanyaku.
Karena pagi yang dingin akan memberi jarak yang cukup lebar antara kita dengan mandi, dan mendekatkan kita dengan ngopi.
Sebagai kekasih yang baik, aku bersedia.
Lagi pula, sebenarnya aku juga menyukai pagi, terlepas dari dingin atau tidaknya. Dan hal yang paling kusuka dari pagi adalah bangun, lalu menemukan diriku masih mencintaimu seperti kemarin.
Setelah itu kau menanyakan aku ingin kau jadi apa.
Dan aku memintamu untuk menjadi sebuah pohon dengan daun-daun yang basah oleh embun.
"Kenapa pohon dan embun?" tanyamu.
Agar saat aku menjadi pagi yang dingin, kita bisa sama-sama saling mengeja gigil satu sama lain.
Dan kau bersedia, sebab kau juga kekasih yang baik.
Sumbawa, 2016

0 komentar:
Posting Komentar