Sejak aku mencintaimu,
semua jalan dan pintu kini menyimpan
sepasang lengan dan dadamu.
Seolah tidak ada jalan pulang,
yang tidak menuju pelukanmu.
Sampai waktu ini,
di antara kau dan aku
pulang masih menjadi kata paling romantis yang kita punya.
Kau dan aku,
kita sama-sama suka pulang.
Pulang yang menyimpan kita,
dari bencana-bencana di luar sana.
Pulang yang menyelamatkan kita,
dari jarak yang tiap waktu kian melar.
Pulang yang memulangkan kita,
dari apa-apa yang pergi.
Sejak aku mencintaimu,
aku selalu merasa sedang berdiri di depan pintu.
Yang gagangnya,
bulat mungil serupa bibirmu.
Ketika dadaku berteriak "aku pulang"
Pintu itu langsung berubah,
menjadi kau seutuhnya.
Aku telah tiba di rumah,
sejak aku mencintaimu.
Sumbawa, 2016

0 komentar:
Posting Komentar