Aku menyaksikan dari balik jendela.
Rintik demi rintik hujan yang jatuh di kotaku.
Terlalu banyak menceritakan kesedihan.
Terlalu banyak,
hingga seluruh daun di pohon rindang itu tak ada satu pun yang tak basah.
Itu kenapa,
cintaku tak ingin lebih tinggi dari payung di atas kepalamu saat hujan.
Ia takut diserap awan,
lalu jatuh menjadi rintik-rintik hujan yang menceritakan kesedihan kita pada kota yang disaksikan seseorang dari balik jendela.
Dan ketika hujan selesai lalu payung kau tutup,
cintaku akan sejajar dengan keningmu.
Menjaganya,
agar tak kehilangan kecup.
Sumbawa, 2016

0 komentar:
Posting Komentar